Perjalanan menjadi seorang professional coach tidak hanya tentang mempelajari keterampilan coaching, tetapi juga tentang memahami bagaimana pengalaman, perspektif, dan keunikan diri dapat memberikan nilai bagi orang lain. Karena, coaching bukan sekadar tentang mengajukan pertanyaan yang tepat, melainkan juga tentang membangun ruang bagi seseorang untuk mengeksplorasi potensinya, menemukan perspektif baru, dan menentukan langkah yang bermakna bagi dirinya.
Semangat pembelajaran inilah yang hadir dalam Sesi 7 Loop Certified Professional Coach Program (LCPC) Batch 71, yang berlangsung secara online pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bersama Coach M. Kurnia Siregar, MCC, MCS, ESIA dan Coach Ina Rizqie Amalia, MCC, MCS, ESIA sebagai fasilitator.
Meski berlangsung melalui layar, sesi ini tetap menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas perspektif, dan merefleksikan perjalanan masing-masing peserta dalam mengembangkan kompetensi coaching.

Mengenali Potensi, Menemukan Arah
Setiap peserta membawa latar belakang, pengalaman profesional, serta cara pandang yang berbeda. Keberagaman ini bukan sekadar menjadi bagian dari perjalanan belajar, tetapi juga dapat menjadi sumber kekuatan dalam membangun praktik coaching yang autentik.
Pengalaman di bidang pekerjaan tertentu, tantangan yang pernah dihadapi, hingga proses pembelajaran personal dapat memperkaya cara seorang coach memahami orang lain. Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan kesadaran diri, kemampuan mendengarkan, serta kemauan untuk terus mengevaluasi cara berpikir dan pendekatan yang digunakan.
Dalam perjalanan menjadi coach, mengenali kekuatan diri merupakan salah satu bagian penting untuk menemukan arah profesional. Pertanyaan yang relevan bukan hanya tentang “Saya bisa menjadi coach seperti apa?”, tetapi juga “Nilai apa yang ingin saya hadirkan melalui coaching?”
Refleksi semacam ini membantu calon coach melihat hubungan antara kompetensi yang sedang dikembangkan, pengalaman yang dimiliki, dan kontribusi yang ingin diberikan. Dengan begitu, perjalanan profesional tidak hanya berorientasi pada pencapaian sertifikasi, tetapi juga pada pembentukan praktik coaching yang semakin terarah dan bertanggung jawab.
Dari Pembelajaran ke Dampak Nyata
Memahami coaching secara konseptual merupakan satu hal, sedangkan menerapkannya secara konsisten dalam interaksi nyata merupakan proses yang berbeda. Seorang coach perlu terus mengembangkan kemampuan untuk hadir sepenuhnya, mendengarkan tanpa terburu-buru menyimpulkan, serta mengajukan pertanyaan yang membantu klien mengeksplorasi pemikirannya sendiri.
Keterampilan tersebut tidak terbentuk dalam satu kali pertemuan. Dibutuhkan latihan, refleksi, dan keterbukaan terhadap perspektif yang berbeda agar pembelajaran dapat berkembang menjadi kompetensi yang dapat diterapkan.
Di lingkungan profesional, keterampilan coaching dapat mendukung percakapan yang lebih bermakna, membantu individu melihat pilihan yang sebelumnya belum disadari, serta membuka ruang bagi pengembangan diri dan potensi. Kontribusinya tidak selalu hadir dalam bentuk perubahan besar yang terjadi seketika. Terkadang, dampak coaching dimulai dari perubahan cara seseorang memandang situasi, memahami dirinya, atau menentukan langkah berikutnya.
Karena itu, proses belajar dalam LCPC menjadi kesempatan untuk membangun pemahaman bahwa menjadi coach bukan hanya tentang menguasai metode, tetapi juga tentang mengembangkan kualitas kehadiran dan kesadaran dalam setiap percakapan.

Bertumbuh Adalah Proses yang Berkelanjutan
Setiap sesi dalam perjalanan CPCP merupakan bagian dari proses yang lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh perlu diolah melalui refleksi, diuji melalui praktik, dan diperkaya dengan pengalaman baru. Dari proses inilah pemahaman dapat berkembang menjadi keterampilan yang semakin matang.
Perjalanan ini juga mengingatkan bahwa menjadi coach bukan berarti harus selalu memiliki jawaban. Justru, seorang coach perlu memiliki kerendahan hati untuk terus belajar, kesediaan untuk mempertanyakan asumsi sendiri, dan keterbukaan untuk melihat setiap individu sebagai pribadi dengan pengalaman serta potensi yang unik.
Pada akhirnya, pertumbuhan seorang coach tidak hanya tercermin dari bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dikuasai, tetapi juga dari bagaimana ia semakin mampu menciptakan ruang yang aman, suportif, dan memberdayakan bagi orang lain.
Sesi ketujuh LCPC Batch 71 telah usai, tetapi proses untuk terus belajar dan bertumbuh masih berlanjut. Masih ada kesempatan untuk memperdalam kompetensi, menguji pemahaman melalui praktik, dan menemukan cara untuk menghadirkan coaching yang bermakna dalam berbagai konteks.
Sebab, perjalanan menjadi professional coach bukan tentang mencapai titik ketika tidak ada lagi yang perlu dipelajari. Perjalanan ini justru tentang menjaga rasa ingin tahu, mengembangkan kesadaran diri, dan terus bertumbuh agar dapat mendampingi orang lain dalam menemukan potensi terbaiknya.
Keep learning, keep growing, and keep coaching!
Baca juga artikel Di Balik Proses Belajar Loop: Depth of Experience Para Mentor Coach Loop Institute of Coaching, Klik di sini!
Tonton juga video pembelajaran kelas Fundamental LCPC Batch 71 di sini!