Home » Artikel » Pentingnya Keterampilan “Mendengarkan” untuk Menggali Potensi Diri dalam Sesi Coaching
Pentingnya Keterampilan "Mendengarkan" untuk Menggali Potensi Diri dalam Sesi Coaching

Pentingnya Keterampilan “Mendengarkan” untuk Menggali Potensi Diri dalam Sesi Coaching

Saat ini Coaching sedang menjadi topik yang hangat di banyak perusahaan terutama dalam program pengembangan SDM, termasuk program transformasi Budaya. Awalnya muncul sedikit keraguan dalam diri, apakah coaching bisa berdampak terhadap peningkatan kinerja seseorang ?

 
Sebagai pengelola SDM sering sekali mendapatkan keluhan atas ketidakpuasan pegawai, keluhan atasan karena kinerja yang kurang optimal dan lain-lain. Tetapi setelah dilakukan coaching dampaknya masih kurang optimal. Ternyata setelah belajar ilmu coaching, apa yang sudah dilakukan selama ini masih belum memenuhi standard kompetensi Coaching.

Pentingnya Keterampilan "Mendengarkan" untuk Menggali Potensi Diri dalam Sesi Coaching

Dalam melaksanakan praktek coaching ada 8 kompetensi utama yang harus dimiliki seorang Coach agar pelaksanaan coaching ini menjadi Efektif. Salah satu kompetensi yang dirasa cukup penting dan belum semua orang bisa mempraktekkannya adalah “Listen Actively” dimana coach  secara aktif mendengarkan apa yang disampaikan maupun apa yang tidak disampaikan oleh Coachee, untuk menemukan kata kunci dari permasalahan Coachee, serta membantu Coachee untuk bisa mengekspresikan diri.

 

Menjalani praktek coaching, ternyata tidak mudah. Banyak hal yang harus dipelajari dan dikuasai oleh seorang Coach, terutama teknik mendengar, dimana kita harus bisa mendengarkan dengan aktif baik yang terucap maupun yang tidak terucap. Coach harus bisa menangkap “Kata Kunci” dan metafora-metafora yang dihadapi klien, supaya tujuan akhir coaching bisa tercapai.

Implementasi Coaching dalam Organisasi

Bagi seorang leader yang terbiasa memberikan arahan serta mentoring, rasanya menjalankan praktek mendengarkan dalam watu cukup lama agak melelahkan, karena selama mendengar tidak boleh menintervensi baik memotong pembicaraan maupun, memberi komentar atas apa yang disampaikan Coachee. Disinilah tantangan bagi seorang coach pemula. 

 

Tapi berkat bimbingan para mentor selama masa pendampingan dan berlatih dengan melakukan praktek coaching pada beberapa orang, ternyata “mendengarkan coachee bercerita” menjadi suatu keasyikan sendiri. Apalagi ketika akhirnya dapat menemukan kata kunci sehingga coachee bisa menyadari potensi-potensi tersembunyi yang ada dalam dirinya.

Professional Coaching Expand Beyond Executive

Yang menjadi penyemangat untuk terus melakukan praktek coaching adalah ketika coachee merasa lega dan puas, kemudian melaporkan progress atas rencana aksi yang sudah disepakati saat coaching, serta dampak positif yang dirasakan.

 

Semoga ilmu coaching semakin berkembang dan semakin bisa membantu banyak orang untuk meningkatkan potensi dirinya. Terimakasih kepada Loop Institute of Coaching yang telah memberikan bekal ilmu yang sangat bagus, sehingga kami memiliki bekal untuk dapat merancang program coaching dalam pengelolaan SDM.

Lihat juga artikel Coaching Adalah Tentang Aktif Mendengarkan Bukan Memberi Saran!

Artikel karya: Ati Sri Suryati, LCPC  – batch 51

Scroll to Top
Scroll to Top