PT. LINKAR INDONESIA CENDEKIA
Jakarta, Indonesia.
Send Your Mail At
info@loop-indonesia.com
Mei 28, 2019 , Blog
COACHING: PARTNERSHIP FOR BUSINESS OWNER

Apakah anda memiliki hobi?  Umumnya setiap  orang memiliki hobi.  Hobi adalah suatu kegiatan yang disukai oleh setiap orang. Baik dalam bidang olah raga, seni, kuliner, pertanian, fashion dan masih banyak lagi. Jika kita melakukan suatu pekerjaan yang kita sukai, maka pekerjaan yang sebenarnya berat akan terasa ringan. Namun yang menjadi masalah adalah belum banyak orang yang tahu dan mengerti bagaimana cara mengubah hobi menjadi pundi-pundi uang. Bisa dikatakan hampir semua hobi bisa dijadikan sebagai peluang bisnis bila Anda jeli dan tekun dalam mengembangkan hobi tersebut


Dibutuhkan passion dalam menjalani bisnis. Itu sebabnya, kebanyakan pebisnis sukses memulai bisnisnya berangkat dari hobi mereka. Namun banyak orang yang tidak berani mengambil resiko untuk memulai bisnis sendiri. Banyak diantara mereka yang ingin memulai bisnis kemudian menimba ilmu dengan cara mengikuti pelatihan wirausaha atau  mendaftar di sekolah bisnis non degree.


Tetapi setelah mengikuti training saja ternyata belum cukup bagi seseorang untuk dapat mengelola bisnisnya dengan baik. Pada umumnya mereka masih membutuhkan bimbingan dari seseorang, misalnya dari seorang bisnis coach  melalui sesi-sesi coaching.


Melalui sesi coaching,  seorang bisnis coach  dapat membantu untuk membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan performanya dan membantu mereka (coachee) untuk belajar daripada mengajarkan mereka.


Jadi Coaching berkaitan dengan "bagaimana" : bergerak maju dari tempat Coachee sekarang, dan merancang perubahan untuk mencapai tingkatan yang Coachee inginkan.

Seorang Bisnis Coach dapat membantu Coachee antara lain untuk : 



Tugas seorang bisnis coach adalah berkomunikasi dengan coachee dalam suatu format yang efektif  dengan mengajukan pertanyaan yaitu apa GOAL/ tujuan akhir sesi coaching yang diinginkan oleh coachee, bagaimana REALITY/ kondisi saat ini atau apa hambatan yang dialami sehingga coachee belum dapat mencapai tujuannya/ hasil akhir yang diinginkan, apa OPTION/ langkah-langkah/ ide-ide dari coachee untuk mengatasi hambatan yang dialami saat ini sehingga pada akhirnya coachee dapat mencapai tujuannya, dan terakhir  apa RENCANA AKSI atas ide-ide tersebut akan dilaksanakan oleh coachee serta kapan akan dilaksanakan sehingga tujuan/ hasil akhir yang telah ditetapkan diawal dapat dicapai dan direalisasikan oleh coachee.


Saya akan berbagi pengalaman dengan pembaca selama melaksanakan sesi coaching dengan para pelaku usaha yang sebagian besar merupakan pelaku usaha pemula.


1.   Membuat Rencana Bisnis

Banyak diantara pelaku usaha pemula masih gamang dalam memilih bisnis yang sesuai dan ingin ditekuni untuk dijalankan. Hal tersebut diketahui  mengingat selama 2 (dua) kali sesi coaching maka pelaku usaha sudah berganti bisnisnya dalam kurun waktu satu bulan. Sebagian besar pelaku usaha menjalankan bisnisnya tanpa perencanaan yang matang atau dengan perencanaan yang sangat minim.  Pengetahuan yang dimiliki oleh pelaku usaha pemula juga sangat minim terkait dengan bagaimana membuat suatu perencanaan bisnis yang baik.


 

2.   Proses Produksi Barang/Jasa dan Administrasi Keuangan

Beberapa pelaku usaha peserta coaching memproduksi sendiri produknya, misalnya bisnis catering, bisnis membuat minuman, bisnis membuat bunga dari kain, kerjasama pengelolaan warung makan.  Sebagian peserta coaching  lainnya hanya mengambil barang dagangannya dari supplier baik dari online maupun offline. Mereka menjalankan usaha perdagangan melalui metode dropship. Ada juga peserta yang menggunakan metode membeli barang dan kemudian dijual kembali sehingga metode ini membutuhkan dana awal.

        •        Secara umum pelaku usaha pemula belum menerapkan standarisasi dalam proses produksi barang/ jasa dan belum menghitung seluruh komponen  biaya produksi yaitu fixed cost dan variable cost. Sehingga tidak diketahui secara pasti apakah bisnis tersebut sudah memberikan profit atau belum.
        •        Sebagian besar  pelaku usaha pemula,  baik yang memproduksi sendiri barang/ jasanya atau membeli  barang dari supplier belum melakukan pencatatan keuangan secara tertib sehingga mereka tidak mengetahui berapa omset per bulan dan berapa profitnya.


      3.   Mempelajari Siapa Pesaing Bisnisnya

      Mengenali dan memahami pesaing bisnis adalah sebuah perilaku yang wajib dan harus dilakukan oleh setiap pebisnis. Dengan demikian pelaku bisnis lebih aktif dan berusaha untuk membuat produk yang lebih baik dari pesaing.  Sebagian besar pelaku usaha peserta coaching baru pertama kali menjalankan bisnisnya sehingga merasa tidak yakin akan bisnis yang dijalankan saat ini. Selain itu mereka juga kurang melakukan riset atas bisnis sejenis yang sudah ada sehingga bisa menetapkan apa keistimewaan produknya dibandingkan dengan produk pesaing.


      4.    Menetapkan Strategi Pemasaran: off line vs online marketing

      Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh pelaku usaha. Kegiatan promosi bermanfaat untuk mengenalkan produk kepada target market. Sebagian besar pelaku usaha peserta coaching melakukan promosi produk melalui  media online marketing yaitu FB, IG maupun SEO. Mereka lupa untuk mempelajari siapa konsumen mereka dan bagaimana konsumen dapat dijangkau.  Misalnya target konsumen ternyata orang-orang yang berumur  50 tahun keatas atau konsumen berasal dari kelompok kurang berpendidikan dan tidak aktif di social media. Pemasaran yang selama ini dilakukan melalui berbagai media online marketing menjadi kurang efektif sehingga penjualan tidak mengalami peningkatan selama kurun waktu 4 (empat) bulan. Apabila konsumen merupakan  target market dari kelompok yang aktif di social media maka penggunaan online marketing menjadi sangat efektif dalam meningkatkan penjualan produk.


      Dengan kehadiran seorang bisnis coach melalui sesi-sesi coaching,  para pelaku usaha (coachee) dapat mengetahui apa hambatan bisnisnya sehingga belum dapat mencapai hasil akhir yang diinginkan. Kemudian para pelaku usaha peserta coaching dapat menemukan sendiri ide-ide dan solusi atas permasalahan yang dihadapi.  Coachee merasa sangat senang pada saat  menemukan.. ..AHA moment atau merasa mendapat pencerahan dari kebuntuan yang dialami sebelumnya.


      Sebenarnya perasaan lega,  bahagia, terharu sampai mata berkaca-kaca dan perasaan campur aduk juga dialami oleh seorang coach selama sesi coaching berjalan manakala mendapati coachee nya merasa sangat terbantu dan menemukan jalan untuk mencapai tujuannya. Ternyata membantu orang melalui sesi-sesi coaching merupakan pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya dan memberikan kebahagiaan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Saya berdoa semoga seluruh coachee saya dapat meraih sukses dalam bisnisnya maupun kehidupannya seperti yang diinginkan dan tercapai semua cita-citanya.  Aamiin 


      Artikel karya : Luky Triwiganti

      Latest Blog

      Spesialisasi Coaching - Education Coach | Coaching Di Lembaga Pendidikan
      Kelembagaan pendidikan melakukan coaching kepada staff pendidik dan tenaga kependidikan guna mendapatkan kinerja yang lebi...
      Meningkatkan Kinerja Karyawan Dengan Coaching
      Coaching adalah suatu mekanisme yang dapat membantu usaha perubahan budaya perusahaan untuk menjamin tercapainya tujuan pe...
      Community Service  Universitas Pembangunan Jaya
      Istilah coaching masih sangat awam di dengar oleh masyarakat Indonesia terutama generasi millenials yang selalu ingin serb...