PT. LINKAR INDONESIA CENDEKIA
Jakarta, Indonesia.
Send Your Mail At
[email protected]
Juli 16, 2021 , Blog
Membantu Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Coaching

Seperti yang saya alami, menjadi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah. Begitu kita menerima diagnosa bahwa anak kita termasuk kategori anak berkebutuhan khusus, apapun judulnya, hal pertama yang dilakukan orang tua adalah mencarikan tempat terapi yang tepat bagi anaknya, dengan mengabaikan perasaan-perasaannya yang muncul saat itu. Perasaan-perasaan yang terabaikan ini tanpa disadari menjadi hambatan bagi hubungan orang tua, baik dengan pasangannya maupun dengan anaknya, sehingga orangtua menjadi sangat menderita, bingung, kehilangan keceriaan saat mengasuh anak berkebutuhan khusus mereka yang berbeda pola pengasuhannya dengan anak tipikal. Hal ini yang menjadi penyebab utama kurangnya kebahagiaan satu keluarga jika memiliki anak berkebutuhan khusus.

Menurut The Kubler–Floss Model ada beberapa tahapan perasaan yang dimiliki seseorang jika sedang menghadapi masalah yang berat, seperti masalah orang tua di atas, yaitu:


Pengingkaran (Denial)

Saat awal orangtua menerima diagnosa bahwa anaknya berkebutuhan khusus, biasanya orangtua tidak dapat menerima kenyataan yang dihadapi dan mempertanyakan kebenaran diagnosa yang diterima.


Marah (Anger)

Kemarahan yang ditujukan bagi diri sendiri dengan menyalahkan diri sendiri, bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab atau malah menyalahkan orang lain.


Kompromi (Negotiate)

Di phase ini, orangtua merasa bahwa dia bisa mengatasi masalah anaknya sendiri, mencoba semua terapi yang ditawarkan tanpa berpikir itu masuk akal apa tidak. Orangtua menjadi terobsesi dengan segala terapi atau treatment yang banyak ditawarkan, dan berharap bisa mengatasi permasalahan anaknya. Disini sering muncul istilah “belanja dokter” atau “belanja terapi”, yang mengacu pada perilaku ingin mencoba segala hal tanpa melihat relevansinya dengan kebutuhan si anak.


Depresi (Depression)

Di titik ini, orangtua merasa sangat sedih dan putus asa ketika semua usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan ekspektasinya, sehingga tanpa disadari mereka sering terjebak pada kondisi hidup yang sangat tidak nyaman bagi mereka.


Penerimaan (Acceptance)

Dalam phase ini orang tua sudah bisa menerima anak berkebutuhan khususnya seperti apa adanya dan mulai berpikir untuk dapat melanjutkan hidupnya bersama keluarga dengan bahagia.


Perasaan-perasaan menumpuk yang berujung pada depresi, bila orangtua tidak bisa keluar sendiri lewat proses self-healing, orang tua membutuhkan seorang terapis atau konselor untuk mengatasinya. Seorang terapis atau konselor akan membantu orangtua untuk healing dari masa lalunya ke kondisi saat ini, sehingga orangtua bisa berdamai dengan masa lalunya. Masalahnya, seringkali orang tua yang berada pada tahap Penerimaan tidak tahu bagaimana harus memulai melangkah dan menata masa depannya. Untuk itu dibutuhkan pendekatan dan pembentukan kesadaran terhadap potensi yang dimiliki orang tua untuk dapat maju dan berkembang, saat itulah orang tua membutuhkan pendekatan coaching bagi dirinya dan pasangannya. Coaching akan membantu membangun dan membentuk kesadaran terhadap kehidupannya di masa kini untuk menata kehidupannya di masa yang akan datang.


Apa itu coaching? 

Menurut ICF (International Coaching Federation), coaching adalah bentuk kemitraan dengan klien dalam proses pemikiran yang memprovokasi dan kreatif dalam menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan professional mereka.


Coaching bagi orang tua anak berkebutuhan khusus akan membantu :

  1. Menumbuhkan kesadaran orang tua bahwa yang paling mengerti anaknya adalah orang tuanya bukan therapist, guru pendamping, atau guru di sekolah. Sehingga orang tua lah yang nantinya memegang kendali saat menghadapi situasi sulit tidak tergantung kepada therapist anaknya.

  2. Menumbuhkan kesadaran orangtua sebagai sebuah tim sehingga mereka bisa menikmati kehidupan berkeluarga bersama anak berkebutuhan khususnya.

  3. Pengasuhan yang positif, tidak hanya bagi anak berkebutuhan khususnya tetapi juga bermanfaat bagi anak tipikal.


Orangtua anak berkebutuhan khusus yang telah mengikuti program coaching akan takjub melihat percepatan perkembangan cognitive, kesehatan mental, dan interaksi sosial diri mereka dalam membangun keluarga bahagia bersama anak berkebutuhan khusus mereka.

Apalagi yg ditunggu? Mari segera diwujudkan. Saya siap membantu anda.


Latest Blog

Membantu Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Coaching
Seperti yang saya alami, menjadi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidaklah mudah. Begitu kita menerima diag...
Mengelola  Dinamika dalam Team – Leadership Series
Peran seorang Leader tidak hanya sebagai seseorang yang hanya bisa menginstruksikan atau memberikan tugas pekerjaan kepada...
Gaya Kepemimpinan untuk Generasi Milenials
Tidak dapat dipungkiri bahwa kini para milenial dan generasi Z telah memasuki dunia organisasi. Tidak sedikit juga bahwa p...